"La, loe liburan maen kemana?", tanya Gieza salah satu sahabat karib Niella.
"Mmm, belum ada planning nih. Kenapa? Mau ngajakin main?", tanya Niella sambil ngabisin makanannya.
"Boleh boleh.. Ngajakin anak-anak kemana gitu yuk!", sahut Gieza dengan penuh semangat.Niella pun ngutak-atik ponselnya buat ngehubungin temen-temen yang lain.
To : Send to many
"Hy, Guys. gimana kalo ntar siang keluar kemanaa gitu?"
From : Niella
Tak beberapa lama kemudian, Donald, One, Abil, Ayhaz pun serempak membalas dan menyetujui ajakan Niella. Mereka pun segera menuju ke rumah Niella untuk merencanakan kemana mereka akan pergi. Donald yang kebetulan juga pacarnya Niella, sampai ke rumah Niella lebih awal.
"Tumben, loe dateng cepet Nald?", tanya Gieza yang ternyata udah nyampe rumahnya Niella lebih awal.
"Biarin dong. Rumah rumah cewek gue kenapa loe yang repot?", jawab Donald dengan nada sewot.Gieza dan Donald emang terkenal nggak pernah akur. Temen-temen yang lain juga udah hafal sama tingkah laku mereka kalo ketemu. Tak berapa lama kemudian One, Abil, dan Ayhaz pun sampai di rumah Niella. Melihat Ayhaz dan Abil yang berboncengan membuat Gieza menjadi heboh.
"Idiih sewot, cepet tua loe!", jawab Gieza yang nggak mau kalah.
"Hy Honey.. You come earlier. Hehe", Niella yang tiba-tiba keluar dari dalem rumahnya memotong pertengkaran Donald dan Gieza.
"Hy.. Tentu, aku kan pengen ketemu kamu, sayang.", Donald yang langsung berbinar-binar setelah melihat pacarnya.
"Yeee dasar tukang ngegombal!", sewot Gieza yang masih sebel sama Donald.
"Ciiieeee.. Ada Gossip baru nii."
"Apaan sih!", Ayhaz menjawab dengan wajah merah malunya.
"Tau nih. Dasar anak autis!", sambung Abil sambil ngelepas helm di kepalanya.
"Yee, suruh siapa dateng boncengan. Huuuu", jawab Gieza ngeles.
"Dasar, anak jail.", sambung Niella sambil ngacak-acak rambut Gieza karena gemes sama tingkahnya. Gieza emang terkenal jail di kalangan temen-temennya.
"Buruan yuuk berangkat. Ke Dieng aja deh. Nah lo, loe sama siapa Giez?", Donald lagi-lagi nggodain Gieza.
"Mmmmmm...", wajah Gieza bingung sambil memikirkan sesuatu.
"Udaaah, loe sama One aja, nggak papa kali. Iya kan Ne?", jawab Abil memberi saran.
Dengan penuh semangat One menjawab, "iya kali Giez."
"Mm, iya deh nggak papa. Tapi jangan diledekin!", jawab Gieza malu.Mereka pun berabgkat menuju tempat yang telah direncanakan. Tiba-tiba di jalan........
"Ciiieeee..", teman-teman yang lain gantian nyorakin Gieza.
"Udah yuuk berangkat, udah siang.", ajak Niella.
"Woy, turun loe!!!", bentak seorang cowok bertubuh besar yang tiba-tiba menyalip dan menghadang mereka.
"Woy, ngapain loe ganggu kita? Siapa loe?!", tanya Donald yang udah kepancing emosi.
"Loe liet nggak sih, gue mau lewat niih. Ngapain loe nutupin jalan gue?!", cowok itu pun semakin memancing emosi mereka.
"Udaah, ngapain siih ribut di tengah jalan gini. Nggak Penting!", Abil dan One secara bersamaan.Melihat itu Donald tidak terima dan langsung memukul cowok tak dikenal itu. Perkelahian di antara mereka pun terjadi. Mereka berfikir bahwa liburan mereka akan berakhir jauh berbeda dari rencana. Niella yang terjatuh karena didorong cowok itu, bangun dan melerai perkelahian mereka.
"Nggak usah ikut-ikut deh loe! Banci, beraninya keroyokan!"
"Siapa juga yang keroyokan. Loe dulu yang mulai!", sahut cewek-cewek membela sahabat mereka.
"Apaan sih loe, tau apa loe! Nggak usah ikut-ikutan!!", bentak cowok itu sambil mendorong Niella.
"Udaah deeeeh.. Stop!", teriak Niella yang tak didengar teman-temannya. Perkelahian itu pun terus terjadi sampai akhirnya Niella harus menyeret teman-temannya untuk mundur.Dan akhirnya pertengkaran itu selesai setelah Niella memutuskan untuk mengalah dan meminta maaf kepada cowok itu. Cowok itu pun pergi.
"Udaah udaa,, stop. Kita kan mau main bukan berantem di jalan.!", teriak Niella yang tetap berusaha melerai mereka.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Dieng. Di perjalanan, mereka membicarakan sesuatu untuk melupakan hal tadi. Sesampainya di Dieng, mereka asyik berfoto-foto untuk mengabadikan liburan mereka.
"Dear, kamu tahu? Aku pingin hubungan kita dan persahabatan kita nggak akan runtuh seperti candi-candi ini.", kata Donald sambil memegang pundak Niella.
"Really, kita akan tetep bersama sampai kapan pun.", sahut Niella menggandeng tangan Donald..
_the end_
Creative idea : Momo
Editor : Gieza
nice story...hoho...nama2 tokohnya kayak udah pernah denger di kehidupan nyata... :p
BalasHapushehe =D
BalasHapusemang siapa aja??
I knooowwwww.... ahaha
BalasHapusayo bikin entri lagi Gis, biar isi blog mu banyak =D
siapa aja jal??
BalasHapussiip siip..hahaha =D
yang jelas ada b-a-b-a-d =P
BalasHapus